Sejarah Desa

Nagari Tebing Tinggi adalah Nagari yang merupakan hasil pemekaran Dari Nagari Tebing Tinggi Lama. Yang mana penduduknya terdiri dari Dua Etnis yaitu Jawa dan Minang, tetapi perpedaan etnis tersebut tidak mempengaruhui Nagari Tebing Tinggi untuk lebih maju di era modern. Justru dengan berbeda etnis bisa saling mengisi dan memahami adat masing masing  suku atau etnis. Nagari tebing tinggi ibaratkan anak yang baru lahir bdari induknya yaitu Nagari Tebing Tinggi Lama. Nagari Tebing Tinggi berdiri berdasarkan pengatan Pj Wali Nagari Tebing Tinggi Pada 4 Desember 2009 diusia yang sangat dini ini Nagari Tebing Tinggi  akan merumuskan langkah langkah strategis untuk menjadi nagari yang mandiri di bidang pertanian dan industri kecil.

Asal  usul Nagari Tebing Tinggi tidak lepas dari sejarah nenek moyang Tebing Tinggi bermula dari kedatangan sekelompok kecil orang Pariangan padang Panjang yang bermukim di sungai Pinang 15 Km dari Nagari Tebing Tinggi sekarang sekitar 1400 m karena daerah sungai pinang  tidak layak untuk bercocok tanam , maka turunlah mereka menyelusuri sungai pinang hilir sampai ketemulah sungai yang besar dan mempunyai tebing yang tinggi sehingga mereka menyebrangi sungai tersebut setelah sampai di seberang suangi maka dibuatlah pemukiman untuk bermalam.

Kemudian mengelinggi tempat baru itu sehingga layak untuk di buat nagari setelah kembali  ke pemukiman dan bermusyawarah tersebut menghasilkan nama TEBING TINGGI karena pemukiman tersebut terletak di tepi sungai batang piruko adalah bermula dari kata (Subarangko) setelah bermukim berdatanglah dari hilir dan mudik sehingga layak menjadi Nagari dan terbentuklah suku-suku sebanyak 8 suku dengan kepala sukunya sehingga atas kesepakatan kepala suku tersebut diangkatlah 2 orang yang dituakan yaitu Datuk Tumangguang 5 tuo di baruah dan datuak rangkayo hitam 3 tuo diateh, pada zaman kolienal belanda kepala pemerintahan di pimpin oleh angku palo, dan sampai saat ini Nagari Tabiang Tinggi di kepala Oleh kepala Pemerintahan Yaitu Wali Nagari yang membawai 5 Jorong dan 2 diantaranya berasal didaerah tranmigrasi.:

Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 yang kemudian disempurnakan dengan undang undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang kemudian diperkuat dengan Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Barat nomor 9 Tahun 2000 tentang Pemerintahan Nagari dengan Penguatan Program “Kembali ke Nagari” Kabupaten Dharmasraya sebagai salah satu kabupaten Pemekaran mengeluarkan Peraturan Daerah Kabupaten Dharmasraya Nomor 2 Tahun 2008. Nagari Tabiang Tinggi yang resmi Berdiri pada Tanggal 04 Desember 2009 terus menunjukan eksistensinya sebagai salah satu dari  Nagari Pemekaran di Kecamatan Pulau Punjung.